Setiap hari Senin, SMA Islam Al Azhar 2 Pejaten melaksanakn kegiatan Dhuha bersama. Kegiatan ini merupakan program rutin keagamaan yang menyelingi upacara Senin. Dalam pelaksanaannya murid-murid berkumpul dengan angkatannya masing-masing, memulai duha dan pembacaan al-matsurat.

Mengenai sholat dhuha, hal menakjubkan disampaikan Rasulullah SAW dalam hadisnya:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (أخرجه مسلم).

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: “Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengandung makna yang sangat dalam. Ternyata, shalat duha merupakan sedekah bagi persendian kita. Menurut sebuah riwayat dan beberapa pendapat sains, jumlah persendian manusia mencapai jumlah 360 sendi. Dari sendi-sendi ini, manusia bisa aktif bergerak menjalankan aktivitasnya sehari-hari, ringan maupun berat.

Sholat ini merupakan sholat sunnah yang dilakukan mulai dari matahari naik seujung tombak hingga matahari tergelincir. Sholat dhuha dilaksanakan di permulaan hari, saat manusia sudah mulai beraktivitas. Setiap hari, manusia memanfaatkan sendinya untuk bergerak dan sebagai penopang tubuhnya. Sedangkan sedekah adalah pemberian dengan sukarela. Baik itu harta ataupun non harta, diberikan secara ikhlas tanpa mengharap imbalan. Sedekah juga tidak terkait waktu, siapa pun dan kapanpun seseorang bisa sedekah.

Shalat Dhuha adalah sedekah persendian sebagai persembahan kepada Allah SWT. Karena dengan gerakan sholat itu, semua sendi manusia digerakan. Dengan sendi-sendi dalam tubuh itu, manusia bisa beraktivitas memenuhi kebutuhan hidupnya. Shalat Dhuha adalah lambang syukur, bahwa kita sebagai hamba disempurnakan di pagi hari, dan dimampukan menjalankan aktivitas dengan ketaatan. Shalat ini mengajarkan kita untuk tidak sekedar bergerak dan beraktivitas, melainkan menyadari makna gerakan, makna aktivitas dalam ketaatan. Dengan dua rakaat dhuha, kita mengembalikan seluruh nikmat, gerak, tenaga dan waktu dari Allah dan kepada Allah, sebagai bentuk rasa syukur dan penghambaan.

Maka demikian ketika SMA Islam Al Azhar 2 Jakarta turut menghidupkan semangat ini dengan merutinkan sholat dhuha. Sejatinya, mereka sedang bersedekah, atas nikmat hidup dan ilmu yang akan mereka jalankan seharian itu. Dua rakaat yang ringan, namun bernilai sedekah yang luar biasa dari seluruh sendi yang melekat pada tubuh kita atas izin Allah Swt. Wallahu a’lam bishshawab…

Postingan Terkait